ABSTRAK
Jumlah penderita kanker seluruh dunia di tahun 2017 meningkat menjadi 18,1 juta pasien. WHO mencatat penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker penyebab kematian pada perempuan di dunia. Menurut data Globocon 2018, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 jiwa. Angka kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun. Urutan tertinggi jumlah penderita kanker serviks di Indonesia adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 4,1/1000. Upaya- upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat kanker leher rahim yang dapat dilakukan dengan cara melakukan pap smear Test. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Bambu Kuning Jakarta terhadap 10 wanita usia subur didapatkan hasil 20% pernah melakukan pemeriksaan pap smear dan 80% tidak pernah melakukan pemeriksaan pap smear.
READ MOREUntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan pap smear pada wanita usia subur di Puskesmas Bambu Kuning Jakarta tahun 2019.
Metode penelitian yang digunakan adalah analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Bambu Kuning Jakarta pada bulan Juni 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang.
Dari analisis univariat didapatkan terbanyak pada responden yang tidak pernah melakukan pap smear (61,7%), pendidikan menengah (75,0%), bekerja (55,0%), multipara (63,3%) dan pengetahuan cukup (51,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan pendidikan, pekerjaan, paritas dan pengetahuan dengan pemeriksaan pap smear dengan nilai p value < 0,05.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan pendidikan, pekerjaan, paritas dan pengetahuan dengan pemeriksaan pap smear.
COLLAPSE